JADWAL PRIBADI

Statistik Blog

Pages

Selasa, 29 Mei 2012

Kualitas seseorang akan terlihat dari 3 gambar di atas, dimana terdiri dari :
Attitude       : Sikap
Skill            : Keterampilan
Knowledge : Pengetahuan
dimana 3 komponen tersebut tidak yang hukumnya wajib dimiliki untuk performance setiap individu untuk mencari suatu kepercayaan

Banyak perusahaan yang saat ini lebih mengutamakan kemampuan pribadi seseorang dari Soft Skillnya ketimbang Hard Skillnya untuk dapat diterima bekerja atau bergabung dalam jajaran organisasi maupun perusahaan.

Kamis, 24 Mei 2012

MENANTI KEJUJURAN 100 %

Posted by romadani On 21.16 No comments
Ujian Apa Diuji

Penantian merupakan suatu kegaiatan diri yang sangat membosankan hati, jiwa, dan emosi. Allah SWT telah mencipatakan manusia dengan rasa takut, kelaparan, kesenangan, hal tersbut semua terdapat dalam diri umat manusia. 

Berbicara tentang kesabaran tidak lepas dari kejujuran. kegiatan hati tersebut tidak lepas pula dari asal muasal serta sebab musabab dari diri yang teruji mental jiwanya. Ujian Nasional salah satunya alat ukur untuk mengukur diri akan sebuah Kejujuran dan Kemampuan kompetensi diri. Allah SWT menjanjikan kepada umat manusia yaitu Bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang orang yang beilmu. Nah sudah sewajarnya dan seharusnya kita sebagai golongan berpendidikan sudah saatnya tidak bermain kucing-kucingan dalam pelaksanaan kegiatan tes kemampuan diri anak didik kita berupa UJIAN NASIONAL namanya, tidaklah suatu kebanggaan jikalau hasil yang didapat di arproses yang dilakukan terlalu panjang, hanya dilukai dengan bermain kucing dalam karung atau apa sajalah namanya yaitu berbuasaat JUJUR maka kebahagian hati rasanya kompetensi kita perlu dikaji ulang kembali

Sehingga harapan untuk menjadi KEJUJURAN 100 % akan terlaksana dan terbukti manfaatnya disaat kita akan menghadapi UJIAN ataupun DIUJI dengan berbagai alat Ukur.

Mudah-mudah para pendidik dan peserta didik di Indonesia bisa mencapai Derajar Akurasi Kejujuran 100 % Amiiiiiiiiiiiin

Hidup Pendidik Bravo Pengajar



Rabu, 23 Mei 2012

Menanti Sebuah Harapan

Posted by romadani On 01.15 No comments
MENITI IMPIAN DALAM RINDU HARAPAN

Pepatah mengatakan " sedihlah bagi orang-orang yang tidak punya mimpi, tapi jangalah kau jadikan dirimu pemimpi". Kita akan teringat akan pepatah tersebut pada sebuah cerita dimana banyak alumnus dari berbagai pendidikan baik negeri maupun swasta yang berlomba-lomba untuk mendapatkan kuantitas dari junmlah peserta didikanya setiap tahunnya. Alasan tersebut klasik, bahwa semakin banyak jumlah peserta didik yang diraih maka semakin baik pula pamor atau image dari sebuah lembaga pendidik tersebut.

Terkadang para pelaku pengelola maupun pemangku kebijakan pendidikan lupa terhadap tujuan awal pendirian sebuah lembaga pendidikan, dimana pendidikan yang diharapkan merupakan ujung tombak untuk merubah paradigma hidup dari kualitas manusia. Masing-masing lembaga pendidikan lebih banyak lupa akan janji janji pada saat kampanye penerimaan peserta didik baru atau penerimaan mahasiswa baru disaat proses kegiatan belajar berlangsung, mereka lebih banyak mengesampingkan tujuan pendidikan sebagai pembinaan dan pelatihan serta mendidik yang tidak hanya mengajarkan dari suatu hal yang awam menjadi wawasan yang bernilai bagi diri peserta didik.

Hal tersebut banyak kita jumpai hampir di setiap lembaga pendidikan, pada saat penerimaan peserta didik usai maka usai pula janji yang dicanangkan. Tentunya ini akan menjadi bumerang bagi lembaga tersebut. Nah tentunya untuk menghindari hal tersebut, penulis mengajak kepada seluruh pelaku pengelolan dan pemangku Jabatan mari kita cerdaskan dan tingkatkan kualitas anak-anak kita dengan pembekalan spiritual mental berakhlakul karimah.

Tentunya hal tersebut tidaklah mudah, harus dari diri kita dan keinginan kita untuk sama sama memajukan kualitas pendidika di lembaga kita masing-masing

Hal yang terberat bagi kita adalah bagaiman merubah mindset/pola pikir anak anak kita untuk bisa menjadi manusia yang bisa dimanusiakan.

Jayalah Para Pendidik

Minggu, 20 Mei 2012

Aplikasi Penentu Nilai Mahasiswa

Posted by romadani On 19.44 No comments
Membuat Aplikasi Sederhana "Penentu Nilai Mahasiswa" dengan JAVA

untuk para geriyawan yang tak pernah puas akan selalu belajar pemrograman Java, berikut saya tampilkan contoh cara membuat Aplikasi sederhana "Penentu Nilai Mahasiswa" dengan Java...

Yang harus dilakukan yaitu kita menggunakan JAVA GUI

beriktu source code yang bisa anda coba !
------------------------------------------------------------------------------
/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */

/*
 * PenentuNilaiMahasiswa.java
 *
 * Created on Dec 3, 2011, 8:46:14 PM
 */
package PenentuNilaiMahasiswa;

import java.awt.event.KeyEvent;
import java.io.BufferedWriter;
import java.io.FileWriter;
import javax.swing.JOptionPane;
/**
 *
 * @author romadani
 */
public class PenentuNilaiMahasiswa extends javax.swing.JFrame {

    /** Creates new form PenentuNilaiMahasiswa */
    public PenentuNilaiMahasiswa() {
        initComponents();
    }

    /** This method is called from within the constructor to
     * initialize the form.
     * WARNING: Do NOT modify this code. The content of this method is
     * always regenerated by the Form Editor.
     */
    @SuppressWarnings("unchecked")
  
    // <editor-fold defaultstate="collapsed" desc="Generated Code">                         
    private void initComponents() {

        jPanel1 = new javax.swing.JPanel();
        jPanel2 = new javax.swing.JPanel();
        jLabel1 = new javax.swing.JLabel();
        namaTextField = new javax.swing.JTextField();
        jPanel3 = new javax.swing.JPanel();
        jLabel2 = new javax.swing.JLabel();
        utsTextField = new javax.swing.JTextField();
        jLabel3 = new javax.swing.JLabel();
        tmTextField = new javax.swing.JTextField();
        jLabel4 = new javax.swing.JLabel();
        uasTextField = new javax.swing.JTextField();
        jPanel4 = new javax.swing.JPanel();
        namaLabel = new javax.swing.JLabel();
        rerataLabel = new javax.swing.JLabel();
        gradeLabel = new javax.swing.JLabel();
        hasilLabel = new javax.swing.JLabel();
        hitungButton = new javax.swing.JButton();
        bersihkanButton = new javax.swing.JButton();
        simpanButton = new javax.swing.JButton();
        keluarButton = new javax.swing.JButton();

        setDefaultCloseOperation(javax.swing.WindowConstants.EXIT_ON_CLOSE);
        setTitle("APLIKASI PENENTU NILAI MAHASISWA");

        jPanel1.setBackground(new java.awt.Color(51, 0, 204));

        jPanel2.setBackground(new java.awt.Color(255, 102, 0));

        jLabel1.setFont(new java.awt.Font("Tahoma", 1, 12)); // NOI18N
        jLabel1.setForeground(new java.awt.Color(255, 255, 255));
        jLabel1.setText("NAMA LENGKAP");

        javax.swing.GroupLayout jPanel2Layout = new javax.swing.GroupLayout(jPanel2);
        jPanel2.setLayout(jPanel2Layout);
        jPanel2Layout.setHorizontalGroup(
            jPanel2Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(jPanel2Layout.createSequentialGroup()
                .addContainerGap()
                .addComponent(jLabel1, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, 110, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
                .addGap(30, 30, 30)
                .addComponent(namaTextField, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, 192, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
                .addContainerGap(18, Short.MAX_VALUE))
        );
        jPanel2Layout.setVerticalGroup(
            jPanel2Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(jPanel2Layout.createSequentialGroup()
                .addContainerGap()
                .addGroup(jPanel2Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
                    .addComponent(jLabel1)
                    .addComponent(namaTextField, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE))
                .addContainerGap(javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, Short.MAX_VALUE))
        );

        jPanel3.setBackground(new java.awt.Color(255, 102, 0));
        jPanel3.setBorder(javax.swing.BorderFactory.createTitledBorder(null, "NILAI", javax.swing.border.TitledBorder.DEFAULT_JUSTIFICATION, javax.swing.border.TitledBorder.DEFAULT_POSITION, new java.awt.Font("Tahoma", 1, 12))); // NOI18N
        jPanel3.setForeground(new java.awt.Color(255, 255, 255));

        jLabel2.setFont(new java.awt.Font("Tahoma", 0, 12)); // NOI18N
        jLabel2.setText("UTS");

        utsTextField.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
            public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
                utsTextFieldActionPerformed(evt);
            }
        });
        utsTextField.addKeyListener(new java.awt.event.KeyAdapter() {
            public void keyTyped(java.awt.event.KeyEvent evt) {
                utsTextFieldKeyTyped(evt);
            }
        });

        jLabel3.setFont(new java.awt.Font("Tahoma", 0, 12)); // NOI18N
        jLabel3.setText("TM");

        tmTextField.addKeyListener(new java.awt.event.KeyAdapter() {
            public void keyTyped(java.awt.event.KeyEvent evt) {
                tmTextFieldKeyTyped(evt);
            }
        });

        jLabel4.setFont(new java.awt.Font("Tahoma", 0, 12)); // NOI18N
        jLabel4.setText("UAS");

        uasTextField.addKeyListener(new java.awt.event.KeyAdapter() {
            public void keyTyped(java.awt.event.KeyEvent evt) {
                uasTextFieldKeyTyped(evt);
            }
        });

        javax.swing.GroupLayout jPanel3Layout = new javax.swing.GroupLayout(jPanel3);
        jPanel3.setLayout(jPanel3Layout);
        jPanel3Layout.setHorizontalGroup(
            jPanel3Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(jPanel3Layout.createSequentialGroup()
                .addGroup(jPanel3Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
                    .addGroup(jPanel3Layout.createSequentialGroup()
                        .addComponent(jLabel2)
                        .addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.RELATED, 36, Short.MAX_VALUE)
                        .addComponent(utsTextField, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, 72, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE))
                    .addGroup(jPanel3Layout.createSequentialGroup()
                        .addComponent(jLabel3)
                        .addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.RELATED, 42, Short.MAX_VALUE)
                        .addComponent(tmTextField, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, 72, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE))
                    .addGroup(jPanel3Layout.createSequentialGroup()
                        .addComponent(jLabel4)
                        .addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.RELATED, 36, Short.MAX_VALUE)
                        .addComponent(uasTextField, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, 72, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)))
                .addContainerGap())
        );
        jPanel3Layout.setVerticalGroup(
            jPanel3Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(jPanel3Layout.createSequentialGroup()
                .addContainerGap()
                .addGroup(jPanel3Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
                    .addComponent(jLabel2)
                    .addComponent(utsTextField, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE))
                .addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.UNRELATED)
                .addGroup(jPanel3Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
                    .addComponent(jLabel3)
                    .addComponent(tmTextField, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE))
                .addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.UNRELATED)
                .addGroup(jPanel3Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
                    .addComponent(jLabel4)
                    .addComponent(uasTextField, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE))
                .addContainerGap(33, Short.MAX_VALUE))
        );

        jPanel4.setBackground(new java.awt.Color(255, 102, 0));
        jPanel4.setBorder(javax.swing.BorderFactory.createTitledBorder(null, "HASIL", javax.swing.border.TitledBorder.DEFAULT_JUSTIFICATION, javax.swing.border.TitledBorder.DEFAULT_POSITION, new java.awt.Font("Tahoma", 1, 12))); // NOI18N

        namaLabel.setForeground(new java.awt.Color(255, 255, 255));
        namaLabel.setText("Nama                :");

        rerataLabel.setForeground(new java.awt.Color(255, 255, 255));
        rerataLabel.setText("Nilai Rata-rata  :");

        gradeLabel.setForeground(new java.awt.Color(255, 255, 255));
        gradeLabel.setText("Grade               :");

        hasilLabel.setForeground(new java.awt.Color(255, 255, 255));
        hasilLabel.setText("Hasil                 :");

        javax.swing.GroupLayout jPanel4Layout = new javax.swing.GroupLayout(jPanel4);
        jPanel4.setLayout(jPanel4Layout);
        jPanel4Layout.setHorizontalGroup(
            jPanel4Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.TRAILING, jPanel4Layout.createSequentialGroup()
                .addGroup(jPanel4Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.TRAILING)
                    .addComponent(hasilLabel, javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, 167, Short.MAX_VALUE)
                    .addComponent(gradeLabel, javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, 167, Short.MAX_VALUE)
                    .addComponent(rerataLabel, javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, 167, Short.MAX_VALUE)
                    .addComponent(namaLabel, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, 167, Short.MAX_VALUE))
                .addContainerGap())
        );
        jPanel4Layout.setVerticalGroup(
            jPanel4Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(jPanel4Layout.createSequentialGroup()
                .addContainerGap()
                .addComponent(namaLabel)
                .addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.UNRELATED)
                .addComponent(rerataLabel)
                .addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.UNRELATED)
                .addComponent(gradeLabel)
                .addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.UNRELATED)
                .addComponent(hasilLabel)
                .addContainerGap(26, Short.MAX_VALUE))
        );

        hitungButton.setText("Hitung");
        hitungButton.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
            public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
                hitungButtonActionPerformed(evt);
            }
        });

        bersihkanButton.setText("Bersihkan");
        bersihkanButton.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
            public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
                bersihkanButtonActionPerformed(evt);
            }
        });

        simpanButton.setText("Simpan");
        simpanButton.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
            public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
                simpanButtonActionPerformed(evt);
            }
        });

        keluarButton.setText("Keluar");
        keluarButton.addActionListener(new java.awt.event.ActionListener() {
            public void actionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {
                keluarButtonActionPerformed(evt);
            }
        });

        javax.swing.GroupLayout jPanel1Layout = new javax.swing.GroupLayout(jPanel1);
        jPanel1.setLayout(jPanel1Layout);
        jPanel1Layout.setHorizontalGroup(
            jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(jPanel1Layout.createSequentialGroup()
                .addContainerGap()
                .addGroup(jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
                    .addComponent(jPanel2, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, Short.MAX_VALUE)
                    .addGroup(jPanel1Layout.createSequentialGroup()
                        .addComponent(jPanel3, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
                        .addGap(18, 18, 18)
                        .addComponent(jPanel4, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, Short.MAX_VALUE))
                    .addGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.TRAILING, jPanel1Layout.createSequentialGroup()
                        .addComponent(hitungButton, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, 84, Short.MAX_VALUE)
                        .addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.UNRELATED)
                        .addComponent(bersihkanButton)
                        .addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.UNRELATED)
                        .addComponent(simpanButton, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, 79, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
                        .addGap(18, 18, 18)
                        .addComponent(keluarButton, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, 80, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)))
                .addContainerGap())
        );
        jPanel1Layout.setVerticalGroup(
            jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(jPanel1Layout.createSequentialGroup()
                .addContainerGap()
                .addComponent(jPanel2, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.PREFERRED_SIZE)
                .addPreferredGap(javax.swing.LayoutStyle.ComponentPlacement.UNRELATED)
                .addGroup(jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING, false)
                    .addComponent(jPanel3, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, Short.MAX_VALUE)
                    .addComponent(jPanel4, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, Short.MAX_VALUE))
                .addGap(18, 18, 18)
                .addGroup(jPanel1Layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.BASELINE)
                    .addComponent(hitungButton)
                    .addComponent(keluarButton)
                    .addComponent(simpanButton)
                    .addComponent(bersihkanButton))
                .addContainerGap(23, Short.MAX_VALUE))
        );

        javax.swing.GroupLayout layout = new javax.swing.GroupLayout(getContentPane());
        getContentPane().setLayout(layout);
        layout.setHorizontalGroup(
            layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(layout.createSequentialGroup()
                .addContainerGap()
                .addComponent(jPanel1, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, Short.MAX_VALUE)
                .addContainerGap())
        );
        layout.setVerticalGroup(
            layout.createParallelGroup(javax.swing.GroupLayout.Alignment.LEADING)
            .addGroup(layout.createSequentialGroup()
                .addContainerGap()
                .addComponent(jPanel1, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, javax.swing.GroupLayout.DEFAULT_SIZE, Short.MAX_VALUE)
                .addContainerGap())
        );

        pack();
    }// </editor-fold>                       
        private void filterKeyTyped(java.awt.event.KeyEvent evt) {
        char c = evt.getKeyChar();
        if (!((Character.isDigit(c) ||
               (c == KeyEvent.VK_BACK_SPACE) ||
               (c == KeyEvent.VK_DELETE))
               )){
           getToolkit().beep();
           JOptionPane.showMessageDialog(null, "masukkan hanya 0-9!");
           evt.consume();
         }
        }
    private void simpanButtonActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {                                            
        // TODO add your handling code here:
        try {
            BufferedWriter out = new BufferedWriter(new FileWriter("hitungnilai.txt"));
            String hasil = namaLabel.getText() + '\n' +
                           rerataLabel.getText() + '\n' +
                           gradeLabel.getText() + '\n' +
                           hasilLabel.getText();
            out.write(hasil);
            JOptionPane.showMessageDialog(null, "Berhasil disimpan dalam file");
            out.close();
        }catch (Exception e){
            System.err.println("Error: " + e.getMessage());
        }
    }                                           

    private void hitungButtonActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {                                            
        // TODO add your handling code here:
        if ( !(namaTextField.getText().equals("")) && !(utsTextField.getText().equals(""))
                && !(tmTextField.getText().equals("")) && !(uasTextField.getText().equals("")) ){
               String nama = namaTextField.getText();
               Double uts = Double.parseDouble(utsTextField.getText());
               Double tm = Double.parseDouble(tmTextField.getText());
               Double uas = Double.parseDouble(uasTextField.getText());
               Double rerata = (uts + tm + uas)/3;
               String grade = " ";
               String hasil = " ";

               if ( rerata >= 90 ){
                   grade = "A";
                   hasil = "Lulus";
               }else if ( (rerata >=80) && (rerata < 90)  ) {
                   grade = "B";
                   hasil = "Lulus";
               } else if ( (rerata >= 70) && (rerata < 80) ) {
                   grade = "C";
                   hasil = "Lulus";
               } else if ( rerata < 70 ) {
                   grade = "D";
                   hasil = "Tidak Lulus";
               }

               namaLabel.setText("Nama : " + nama);
               rerataLabel.setText("Nilai Rata - rata " + rerata);
               gradeLabel.setText("Grade : " + grade);
               hasilLabel.setText("Hasil : " + hasil);
        }
    }                                           

    private void utsTextFieldActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {                                            
        // TODO add your handling code here:
       
    }                                           

    private void utsTextFieldKeyTyped(java.awt.event.KeyEvent evt) {                                     
        // TODO add your handling code here:
        filterKeyTyped(evt);
    }                                    

    private void tmTextFieldKeyTyped(java.awt.event.KeyEvent evt) {                                    
        // TODO add your handling code here:
        filterKeyTyped(evt);
    }                                   

    private void uasTextFieldKeyTyped(java.awt.event.KeyEvent evt) {                                     
        // TODO add your handling code here:
        filterKeyTyped(evt);
    }                                    

    private void bersihkanButtonActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {                                               
        // TODO add your handling code here:
        namaTextField.setText("");
        utsTextField.setText("");
        tmTextField.setText("");
        uasTextField.setText("");

        namaLabel.setText("Nama :");
        rerataLabel.setText("Nilai Rata - Rata :");
        gradeLabel.setText("Grade :");
        hasilLabel.setText("Hasil :");
    }                                              

    private void keluarButtonActionPerformed(java.awt.event.ActionEvent evt) {                                            
        // TODO add your handling code here:
        int reply = JOptionPane.showConfirmDialog(null, "Yakin Mau Keluar?",
                                                   "Konfirmasi Keluar Aplikasi", JOptionPane.YES_NO_OPTION);
        if (reply == JOptionPane.YES_OPTION){
            System.exit(0);
        }
    }                                           

    /**
     * @param args the command line arguments
     */
    public static void main(String args[]) {
        /* Set the Nimbus look and feel */
        //<editor-fold defaultstate="collapsed" desc=" Look and feel setting code (optional) ">
        /* If Nimbus (introduced in Java SE 6) is not available, stay with the default look and feel.
         * For details see http://download.oracle.com/javase/tutorial/uiswing/lookandfeel/plaf.html
         */
        try {
            for (javax.swing.UIManager.LookAndFeelInfo info : javax.swing.UIManager.getInstalledLookAndFeels()) {
                if ("Nimbus".equals(info.getName())) {
                    javax.swing.UIManager.setLookAndFeel(info.getClassName());
                    break;
                }
            }
        } catch (ClassNotFoundException ex) {
            java.util.logging.Logger.getLogger(PenentuNilaiMahasiswa.class.getName()).log(java.util.logging.Level.SEVERE, null, ex);
        } catch (InstantiationException ex) {
            java.util.logging.Logger.getLogger(PenentuNilaiMahasiswa.class.getName()).log(java.util.logging.Level.SEVERE, null, ex);
        } catch (IllegalAccessException ex) {
            java.util.logging.Logger.getLogger(PenentuNilaiMahasiswa.class.getName()).log(java.util.logging.Level.SEVERE, null, ex);
        } catch (javax.swing.UnsupportedLookAndFeelException ex) {
            java.util.logging.Logger.getLogger(PenentuNilaiMahasiswa.class.getName()).log(java.util.logging.Level.SEVERE, null, ex);
        }
        //</editor-fold>

        /* Create and display the form */
        java.awt.EventQueue.invokeLater(new Runnable() {

            public void run() {
                new PenentuNilaiMahasiswa().setVisible(true);
            }
        });
    }
    // Variables declaration - do not modify                    
    private javax.swing.JButton bersihkanButton;
    private javax.swing.JLabel gradeLabel;
    private javax.swing.JLabel hasilLabel;
    private javax.swing.JButton hitungButton;
    private javax.swing.JLabel jLabel1;
    private javax.swing.JLabel jLabel2;
    private javax.swing.JLabel jLabel3;
    private javax.swing.JLabel jLabel4;
    private javax.swing.JPanel jPanel1;
    private javax.swing.JPanel jPanel2;
    private javax.swing.JPanel jPanel3;
    private javax.swing.JPanel jPanel4;
    private javax.swing.JButton keluarButton;
    private javax.swing.JLabel namaLabel;
    private javax.swing.JTextField namaTextField;
    private javax.swing.JLabel rerataLabel;
    private javax.swing.JButton simpanButton;
    private javax.swing.JTextField tmTextField;
    private javax.swing.JTextField uasTextField;
    private javax.swing.JTextField utsTextField;
    // End of variables declaration                  
}

-------------------------------------------------------------------------------------------------

maka hasil yang anda peroleh adalah demikian :

Posted by romadani On 19.29 2 comments
Algoritma
Cara Menghitung Aritmatika dengan JAVA

untuk para gerilyawan programmer pemula, berikut saya tampilkan case algoritma cara menghitung aritmatika denga pemrograman Java, berikut source codenya :

----------------------------------------------------------------------------

/*
 * To change this template, choose Tools | Templates
 * and open the template in the editor.
 */
package Aritmatika;

/**
 *
 * @author romadani
 */
public class Aritmatika {
   public static void main(String[]args){
   // penghitungan Aritmatika
       int i= 34;
       int j= 27;
       double x=27.475;
       double y=7.22;
       System.out.println("Variable Values .....");
       System.out.println("      i="+i);
       System.out.println("      j="+j);
       System.out.println("      x="+x);
       System.out.println("      y="+y);
      
       //Angka Penjumlahan
       System.out.println("Adding ......");
       System.out.println("  i+j="+(i+j));
       System.out.println("  x+j="+(x+j));
     
       //Angka Pengurangan
       System.out.println("Substracing.....");
       System.out.println("  i-j="+(i-j));
       System.out.println("  x-y="+(x-y));
      
       //Angka Perkalian
       System.out.println("Multipalying....");
       System.out.println("  i*j="+(i*j));
       System.out.println("  x*y="+(x*y));
      
       //Angka Pembagian
       System.out.println("Deviden......");
       System.out.println("  i/j="+(i/j));
       System.out.println("  x/y="+(x/y));
      
       //Penghitungan Modulus
       System.out.println("Computing reminder ....");
       System.out.println(" i%j="+(i%j));
       System.out.println(" x%y="+(x%y));
      
       //penggabungan
       System.out.println("Mixing types ....");
       System.out.println("    j+y="+(j+y));
       System.out.println("    i*x="+(i*x));
   }
   
}


--------------------------------------------------------------------------------




Jumat, 11 Mei 2012


Untuk para gerilyawan ilmiah, ini adalah proses perjuangan anda, dimana titik perjuangan di tingkat 2 untuk mengikuti pra praktek kerja industri, anda harus mengikuti serangkaian kegiatan Ujian Akhir Semester IV.

Oleh karenanya siapkan senjata anda, singsingkan lengan bajumu, angkat motivasimu, dan keluarkan semua potensi untuk menghadapi UAS tanggal 14 Mei s.d 24 Mei 2012

Jangan pernah berhenti untuk selalu berjuang menggapai cita-citamu, masa depan yang cemerlang menanti anda di depan, kudoakan pada mu sekalian semoga sukses, menjalani Ujian Akhir Semester IV.

Salam Sukses dari Orang yang paling ganteng di SMK Informatika




Romadani, S.KOM

Rabu, 09 Mei 2012

Universitas Kehidupan

Posted by romadani On 18.50 No comments
Teman teman,
Ada yang mau kuliah atau mendaftar di Universitas kehidupan?
Baca dibawah ini :
Mission
Selamat datang di universitas kehidupan….

universitas kehidupan 
Dimana Tuhan sebagai Rektornya dan ciptaan-Nya menjadi 
dosennya. Silabus perkuliahan berikut diktatnya dapat dibaca dalam Kitab Suci yang kita yakini. Bahkan teori-teori yang dahsyat dan rumus-rumus canggih dalam hidup ada dalam Kitab Suci itu.

Materi perkuliahaannya sangat banyak.Mulai dari tujuan hidup, menjalani hidup, hingga kematian. Ada juga kelas cinta, kelas kesabaran, kelas perjuangan, dll. Dimana semua mahasiswa pasti mempelajarinya. Lokasinya bisa dimana saja dan kapan saja bisa mengakses mata kuliah dan mempelajarinya.

Terkadang, Sang Dosen memberikan ujian dadakan. Tapi bukan berarti tanpa pemberitahuan sebelumnya. Tingkat kesulitan ujian untuk setiap mahasiswa tidaklah sama. Tapi kesulitannya tidak pernah melebihi kesanggupan sang mahasiswa.

Ada yang lulus dengan nilai yang baik. Ada pula yang lulus dengan nilai pas-pasan. Tapi ada juga yang tidak lulus, bahkan memilih mengundurkan diri dari universitas ini. Setiap orang berkesempatan belajar di universitas ini. Hanya waktu belajar yang dimiliki tergantung pada umur masing-masing mahasiswa. Alumni universitas ini bergelar ‘almarhum’ atau ‘almarhumah’. Tapi tidak semua alumni lulus dengan nilai baik. Transkrip nilai akan diberikan setelah para alumni ‘diwisuda’. Nilai-nilai itu menentukan kemana para alumni akan berada di UNIVERSITAS ABADI.

SELAMAT MENJALANI PERKULIAHAN DI UNIVERSITAS KEHIDUPAN!!!
Ada banyak hal dalam hidup ini tidak di dapatkan di bangku sekolah maupun di bangku kuliah. Di sini kita akan belajar bersama-sama tentang banyak hal yang terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Pengalaman hidup tidak dapat ditukar dengan uang. Setiap pribadi memiliki keunikan tersendiri dan cerita hidup yang berbeda. Jadilah inspirasi bagi orang lain dengan pengalamn hidup yang kita miliki.

Universitas kehidupan ada untuk menemukan dan menyampaikan kebenaran tentang hidup. Hidup itu seperti musik, yang harus di komposisi oleh telinga, perasaan dan instink, bukan oleh peraturan yang tidak jelas ujung pangkalnya. Yang terpenting dalam Olimpiade bukanlah kemenangan,tetapi keikutsertaan …Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan namun bagaimana bertanding dengan baik.

Di UNIVERSITAS KEHIDUPAN kita akan belajar bahwa kebesaran seseorang tidak terlihat ketika ia berdiri dan memberi perintah, tetapi ketika ia berdiri sama tinggi dengan orang lain dan membantu orang lain untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka guna mencapai sukses.

Jadilah bagian dari UNIVERSITAS KEHIDUPAN karena akan membuat hidup anda menjadi inspirasi bagi orang lain. ^^ Pidato salah seorang mahasiswa UNIVERSITAS KEHIDUPAN FAKULTAS PERSOALAN JURUSAN PENDERITAAN

“Universitas kehidupan adalah tempat kuliahku
Manajemen kesulitan adalah jurusanku
Penderitaan adalah salah satu mata pelajaran kesukaanku
Tetesan keringat dan air mata adalah teman terbaik di ruang kelasku
Kemiskinan selalu menjadi topik hangat di kampusku
Kemandirian merupakan tugas yang paling utama di berikan padaku
Meringankan beban orang lain juga termasuk dalam tanggung jawabku
Kerja keras,cerdas serta memiliki kasih adalah suatu kewajiban yang harus di jalankan olehku
kampung persoalan hidup menjadi tempat KKN ku
keberanian untuk berbuat adalah sistem pengajaranku
keterbatasan bukan suatu hambatan yang berarti bagiku
begitupun kegagalan bukanlah aral melintang yang menghalangi cita-citaku
Bahagia dunia dan akhirat merupakan judul skripsiku
Doa dan perjuangan adalah dosen pembimbingku
Orang-orang sukses menjadi perpustakan lengkap bagiku
tak ketinggalan keluarga dan teman-teman selalu menyemangati untuk segera meraih gelar kesarjanaanku
Aku bersujud syukur padamu Ya Tuhan….
karena Engkau telah mengizinkan aku memasuki universitas terbaikmu dan sebuah harapan semoga aku bisa lulus dari universitas terbaik-Mu ini.”
Salam dari Universitas Kehidupan .

SELINGKUHAN ORANG IT

Posted by romadani On 18.40 No comments


dalam melakukan proses pempartisian, tentunya kita butuh yang namanya Partition Table, dan tentunya tidak asing lagi untuk orang teknisi, diantara partitioning table yaitu :
FAT 16, 32 & NTFS

Yuk kita bahas dari masing-masing partitioning table, agar tidak melakukan poligami untuk para teknisi komputer, maka harus pilih salah satu dari 3 pilihan yang menggoda iman kita .

FAT 16
- FAT 16 dikenalkan oleh MS-DOS tahun 1981
- Sistem ini didesain untuk mengatur file di floopy drive (disket)

Keuntungan :
File system ini kompatible hampir di semua Operating System baik itu Windows 95/98/Me, OS/2, Linux dan bahkan unik

Kekurangan :
Semakin besar harddisk maka ukuran cluster akan semakin besar, artinya file sekecil apapun tetap akan memakan 16 Kb dari harddisk. Hal jelek lain adalah FAT 16 tidak mendukung kompresi


FAT 32
- FAT 32 mulai dikenal pada sistem Windows 95 SP2

Keuntungan
Kemampuan menampung jumlah cluster yang lebih besar dalam partisi

Kekurangan
Terbatasanya Operating System yang bisa mengenal FAT 32, bukan masalah apabila menjalankan FAT 32 di Windows Xp karena Windows Xp tidak peduli file sistem apa yang digunakan pada partisi 


NTFS 
NTFS dikenalkan pertama pada Windows NT dan merupakan file system yang benar-benar berbeda dibanding teknologi FAT

Keuntungan
menawarkan security yang jauh lebih baik, kompresi file, cluster dan bahkan support enkripsi data

Kekurangan
tidak kompatible dengan Operating System lain yang terinstall di komputer yang sama (Double OS) bahkan juga tidak terdetek apabila melakukan StartUp Boot menggunakan floopy

Kesimpulan :
  • Jika menjalankan lebih dari 1 Operating System di PC mungkin perlu menyediakan partisi FAT
  • FAT tidak memiliki security dalam data dan semua Operating System yang terinstall memiliki akses 100% kepada partisi yang menggunakan FAT (readm write, delete, execute)
  • Dalam kasus lain bahkan bisa dilakukan antar jaringan apabila terkoneksi, so jangan menyimpan file penting dalam FAT System
Okelah kalau begitu, pilihan ditangan Anda berdoalah kepada Allah SWT dan mintalah petunjuk pada-Nya semoga kita diberikan pilihan yang terbaik dari yang terbaik. dan terhindar dari Poligami. 1 lebih baik daripada 3

Selasa, 08 Mei 2012

KRIPTOGRAFI

Posted by romadani On 21.02 No comments


KRIPTOGRAFI
1. 1 Latar belakang
Berkat perkembangan teknologi yang begitu pesat memungkinkan manusia dapat berkomunikasi dan saling bertukar informasi/data secara jarak jauh. Antar kota antar wilayah antar negara bahkan antar benua bukan merupakan suatu kendala lagi dalam melakukan komunikasi dan pertukaran data. Seiring dengan itu tuntutan akan sekuritas (keamanan) terhadap kerahasiaan informasi yang saling dipertukarkan tersebut semakin meningkat. Begitu banyak pengguna seperti departemen pertahanan, suatu perusahaan atau bahkan individu-individu tidak ingin informasi yang disampaikannya diketahui oleh orang lain atau kompetitornya atau negara lain. Oleh karena itu dikembangkanlah cabang ilmu yang mempelajari tentang cara-cara pengamanan data atau dikenal dengan istilah Kriptografi.

Dalam kriptografi terdapat dua konsep utama yakni enkripsi dan dekripsi. Enkripsi adalah proses dimana informasi/data yang hendak dikirim diubah menjadi bentuk yang hampir tidak dikenali sebagai informasi awalnya dengan menggunakan algoritma tertentu. Dekripsi adalah kebalikan dari enkripsi yaitu mengubah kembali bentuk tersamar tersebut menjadi informasi awal.

Algoritma kriptografi berdasarkan jenis kunci yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
·         Algoritma simetris
Dimana kunci yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi adalah kunci yang sama
·         Algoritma asimetris
Dimana kunci yang digunakan untuk proses enkripsi dan dekripsi menggunakan kunci yang berbeda.

Sedangkan berdasarkan besar data yang diolah dalam satu kali proses, maka algoritma kriptografi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
·         Algoritma block cipher
Informasi/data yang hendak dikirim dalam bentuk blok-blok besar (misal 64-bit) dimana blok-blok ini dioperasikan dengan fungsi enkripsi yang sama dan akan menghasilkan informasi rahasia dalam blok-blok yang berukuran sama.

·         Algoritma stream cipher
Informasi/data yang hendak dikirim dioperasikan dalam bentuk blok-blok yang lebih kecil (byte atau bit), biasanya satu karakter persatuan persatuan waktu proses, menggunakan tranformasi enkripsi yang berubah setiap waktu.

Camellia merupakan algoritma kriptografi simetris blok cipher. Dalam Camellia proses enkripsi dan dekripsi dilakukan pada blok data berukuran 128-bit dengan kunci yang dapat berukuran 128-bit, 192-bit, 256-bit. Algoritma Camellia dikembangkan oleh :
  • Kazumaro Aoki (NTT - Nippon Telegraph and Telephone Corp.)
  • Tetsuya Ichikawa (Mitsubishi electric Corp.)
  • Masayuki Kanda (NTT – Nippon Telegraph and Telephone Corp.)
  • Mitsuru Matsui (Mitsubishi electric Corp.)
  • Shiho Moriai (NTT – Nippon Telegraph and Telephone Corp.)
  • Junko Nakajima (Mitsubishi electric Corp.)
  • Toshio Tokita (Mitsubishi electric Corp.)
Dimana versi 1.0 pada bulan Juli 2000, versi 2.0 pada September 2001 dan versi 2.1 pada Febuari 2002.

Posted by romadani On 00.17 No comments
 

Kisah Kakek Penjual Amplop


Kisah nyata ini ditulis oleh seorang dosen ITB bernama Rinaldi Munir mengenai seorang kakek yang tidak gentar berjuang untuk hidup dengan mencari nafkah dari hasil berjualan amplop di Masjid Salman ITB. Jaman sekarang amplop bukanlah sesuatu yang sangat dibutuhkan, tidak jarang kakek ini tidak laku jualannya dan pulang dengan tangan hampa. Mari kita simak kisah “Kakek Penjual Amplop di ITB”.
 
Setiap menuju ke Masjid Salman ITB untuk shalat Jumat saya selalu melihat seorang Kakek tua yang duduk terpekur di depan dagangannya. Dia menjual kertas amplop yang sudah dibungkus di dalam plastik. Sepintas barang jualannya itu terasa “aneh” di antara pedagang lain yang memenuhi pasar kaget di seputaran Jalan Ganesha setiap hari Jumat. Pedagang di pasar kaget umumnya berjualan makanan, pakaian, DVD bajakan, barang mainan anak, sepatu dan barang-barang asesori lainnya. Tentu agak aneh dia “nyempil” sendiri menjual amplop, barang yang tidak terlalu dibutuhkan pada zaman yang serba elektronis seperti saat ini. Masa kejayaan pengiriman surat secara konvensional sudah berlalu, namun Kakek itu tetap menjual amplop. Mungkin Kakek itu tidak mengikuti perkembangan zaman, apalagi perkembangan teknologi informasi yang serba cepat dan instan, sehingga dia pikir masih ada orang yang membutuhkan amplop untuk berkirim surat.
Kehadiran Kakek tua dengan dagangannya yang tidak laku-laku itu menimbulkan rasa iba. Siapa sih yang mau membeli amplopnya itu? Tidak satupun orang yang lewat menuju masjid tertarik untuk membelinya. Lalu lalang orang yang bergegas menuju masjid Salman seolah tidak mempedulikan kehadiran Kakek tua itu.

Kemarin ketika hendak shalat Jumat di Salman saya melihat Kakek tua itu lagi sedang duduk terpekur. Saya sudah berjanji akan membeli amplopnya itu usai shalat, meskipun sebenarnya saya tidak terlalu membutuhkan benda tersebut. Yach, sekedar ingin membantu Kakek itu melariskan dagangannya. Seusai shalat Jumat dan hendak kembali ke kantor, saya menghampiri Kakek tadi. Saya tanya berapa harga amplopnya dalam satu bungkus plastik itu. “Seribu”, jawabnya dengan suara lirih. Oh Tuhan, harga sebungkus amplop yang isinnya sepuluh lembar itu hanya seribu rupiah? Uang sebesar itu hanya cukup untuk membeli dua gorengan bala-bala pada pedagang gorengan di dekatnya. Uang seribu rupiah yang tidak terlalu berarti bagi kita, tetapi bagi Kakek tua itu sangatlah berarti. Saya tercekat dan berusaha menahan air mata keharuan mendengar harga yang sangat murah itu. “Saya beli ya pak, sepuluh bungkus”, kata saya.
Kakek itu terlihat gembira karena saya membeli amplopnya dalam jumlah banyak. Dia memasukkan sepuluh bungkus amplop yang isinya sepuluh lembar per bungkusnya ke dalam bekas kotak amplop. Tangannya terlihat bergetar ketika memasukkan bungkusan amplop ke dalam kotak.

Saya bertanya kembali kenapa dia menjual amplop semurah itu. Padahal kalau kita membeli amplop di warung tidak mungkin dapat seratus rupiah satu. Dengan uang seribu mungkin hanya dapat lima buah amplop. Kakek itu menunjukkan kepada saya lembar kwitansi pembelian amplop di toko grosir. Tertulis di kwitansi itu nota pembelian 10 bungkus amplop surat senilai Rp7500. “Kakek cuma ambil sedikit”, lirihnya. Jadi, dia hanya mengambil keuntungan Rp250 untuk satu bungkus amplop yang isinya 10 lembar itu. Saya jadi terharu mendengar jawaban jujur si Kakek tua. Jika pedagang nakal ‘menipu’ harga dengan menaikkan harga jual sehingga keuntungan berlipat-lipat, Kakek tua itu hanya mengambil keuntungan yang tidak seberapa. Andaipun terjual sepuluh bungkus amplop saja keuntungannya tidak sampai untuk membeli nasi bungkus di pinggir jalan. Siapalah orang yang mau membeli amplop banyak-banyak pada zaman sekarang? Dalam sehari belum tentu laku sepuluh bungkus saja, apalagi untuk dua puluh bungkus amplop agar dapat membeli nasi.

Setelah selesai saya bayar Rp10.000 untuk sepuluh bungkus amplop, saya kembali menuju kantor. Tidak lupa saya selipkan sedikit uang lebih buat Kakek tua itu untuk membeli makan siang. Si Kakek tua menerima uang itu dengan tangan bergetar sambil mengucapkan terima kasih dengan suara hampir menangis. Saya segera bergegas pergi meninggalkannya karena mata ini sudah tidak tahan untuk meluruhkan air mata. Sambil berjalan saya teringat status seorang teman di fesbuk yang bunyinya begini: “Kakek-Kakek tua menjajakan barang dagangan yang tak laku-laku, ibu-ibu tua yang duduk tepekur di depan warungnya yang selalu sepi. Carilah alasan-alasan untuk membeli barang-barang dari mereka, meski kita tidak membutuhkannya saat ini. Jangan selalu beli barang di mal-mal dan toko-toko yang nyaman dan lengkap….”.

Si Kakek tua penjual amplop adalah salah satu dari mereka, yaitu para pedagang kaki lima yang barangnya tidak laku-laku. Cara paling mudah dan sederhana untuk membantu mereka adalah bukan memberi mereka uang, tetapi belilah jualan mereka atau pakailah jasa mereka. Meskipun barang-barang yang dijual oleh mereka sedikit lebih mahal daripada harga di mal dan toko, tetapi dengan membeli dagangan mereka insya Allah lebih banyak barokahnya, karena secara tidak langsung kita telah membantu kelangsungan usaha dan hidup mereka.

Dalam pandangan saya Kakek tua itu lebih terhormat daripada pengemis yang berkeliaran di masjid Salman, meminta-minta kepada orang yang lewat. Para pengemis itu mengerahkan anak-anak untuk memancing iba para pejalan kaki. Tetapi si Kakek tua tidak mau mengemis, ia tetap kukuh berjualan amplop yang keuntungannya tidak seberapa itu.
Di kantor saya amati lagi bungkusan amplop yang saya beli dari si Kakek tua tadi. Mungkin benar saya tidak terlalu membutuhkan amplop surat itu saat ini, tetapi uang sepuluh ribu yang saya keluarkan tadi sangat dibutuhkan si Kakek tua.

Kotak amplop yang berisi 10 bungkus amplop tadi saya simpan di sudut meja kerja. Siapa tahu nanti saya akan memerlukannya. Mungkin pada hari Jumat pekan-pekan selanjutnya saya akan melihat si Kakek tua berjualan kembali di sana, duduk melamun di depan dagangannya yang tak laku-laku.

Mari kita bersyukur telah diberikan kemampuan dan nikmat yang lebih daripada kakek ini. Tentu saja syukur ini akan jadi sekedar basa-basi bila tanpa tindakan nyata. Mari kita bersedekah lebih banyak kepada orang-orang yang diberikan kemampuan ekonomi lemah. Allah akan membalas setiap sedekah kita, amiin.

Senin, 07 Mei 2012

SATA vs ATA

Posted by romadani On 23.15 1 comment

SATA vs ATA
Kebanyakan type drive yang digunakan oleh para pengguna komputer adalah tipe ATA (atau lebih dikenal dengan IDE drive). Tipe ATA dibuat berdasarkan standar pada tahun 1986 dengan menggunakan 16 bit paralel dan terus berkembang dengan penambahan kecepatan transfer dan ukuran sebuah disk. Standar terakhir adalah ATA-7 yang dikenalkan pertama kali pada tahun 2001 oleh komite T13(komite yang bertanggung jawab menentukan standar ATA). Tipe ATA-7 memiliki data transfer sebesar 133 MB/sec. kemudian selama tahun 2000 ditentukan standar untuk paralel ATA yang memiliki data rate sebesar 133 MB/sec, tapi paralel ATA terdapat banyak masalah dalam hal signal timin, EMI(electromognetic interference) dan intergitas data. Kemudian para industri berusaha menyelesaikan masalah yang di timbulkan oleh paralel ATA dan di buat standar baru yang di sebut Serial ATA (SATA).

1. ATA (Advanced Technology Attachment) menggunakan 16 bit paralel digunakan untuk mengontrol peralatan komputer, dan telah di pakai selama 18 tahun lebih sebagai standar. Perbedaan SATA dan ATA yang paling mudah adalah kabel data dan power yang berbeda.
Standar ATA, seperti 200GB Western Digital Model, mempunyai dua inch kabel ribbon dengan 40 pin koneksi data dan membutuhkan 5V untuk setiap pin dari 4 pin connection. Sedangkan SATA seperti 120 GB western Digital Model mempunyai lebar setengah inci, 7 connector data connection sehingga lebih tipis dan mudah untuk mengatur kebel datanya. Kabel data SATA mempunyai panjang maksimal 1 meter (39.37 inci) lebih panjang dari ATA yang hanya 18 inci.

2. SATA
SATA dengan 15 pin kabel power dengan 250 mV, tampaknya memerlukan daya lebih banyak di bandingkan dengan 4 pin ATA, tapi dalam kenyataanya sama saja. Dan kemampuan SATA yang paling bagus adalah tercapainya maximum bandwith yang mungkin yaitu sebesar 150 MB/sec.

Keuntungan lainya dari SATA adalah SATA di buat dengan kemampuan hot-swap sehinga dapat mematikan dan menyalakan tanpa melakukan shut down pada sistem komputer.
Sedangkan dalam harga, drive SATA lebih mahal sedikit di bandingkan drive ATA , kesimpulanya SATA lebih memiliki keuntungan dibandingkan ATA dalam connector, tenaga, dan yang paling penting performanya. Sekarang standar ATA telah mulai di tinggalkan dan produsen memilih standart SATA.

IDE (Integrated Drive Electronics) merupakan standar interface antara bus data motherboard komputer dengan disk storage. IDE interface di buat berdasarkan IBM PC Industry Standard Architecture (ISA) 16-bit bus. Interface dari IDE adalah interface untuk storage devices yang dapat teringrasi untuk disk atau CD-ROM drive. Walaupun IDE merupakan teknologi yang umum, kebanyakan orang menggunakan istilah IDE untuk merujuk pada spesifikasi ATA. Sedangkan AHCI (Advance Host Controller Interface) merupakan mekanisme hardware yang membolehkan software untuk berkomunikasi dengan SATA seperti host bus adapter yang didesain untuk hot-plugin dan native command queuing(NCQ) yang dapat menaikan kemampuan komputer/sistem/ hard disk terutama dalam lingkungan multi tasking dengan cara membolehkan drive untuk menjalankan perintah baca tulis yang dikirim secara acak dengan tujuan untuk optimalisasi perpindahan head pada proses pembacaan. AHCI telah di dukung oleh berbagai sistem operasi seperti Windows Vista dan Linux kernel 2.6.19.



Kelebihan Teknologi SATA berbanding IDE
·         Penyambungan / Pemasangan yang sangat mudah berbanding IDE.
·         Dengan IDE, kita perlu membuat “jumper setting” yang betul dan aturan prosedut master-slave yang betul, tetapi dengan SATA kita hanya sambungkan mengikut port yang betul sahaja.
·         SATA sesuai untuk membaca hard disk berkapasiti besar dengan pantas.
·      SATA menggunakan tenaga elektrik (power consumption) yang kurangberbanding IDE. Sebab itu kita dapati hard disk IDE cepat panas apabila digunakan, tetapi hard disk SATA masih tidak panas walaupun telah lama digunakan.
·         Pemasangan SATA lebih kemas dan menjimatkan ruang di dalam casing komputer.
Dengan adanya ruang yang lebih di dalam casing, maka aliran udara lebih baik bagi mengurangkan haba di dalam casing.

Site search