MENITI IMPIAN DALAM RINDU HARAPAN
Hal yang terberat bagi kita adalah bagaiman merubah mindset/pola pikir anak anak kita untuk bisa menjadi manusia yang bisa dimanusiakan.
Jayalah Para Pendidik
Pepatah mengatakan " sedihlah bagi orang-orang yang tidak punya mimpi, tapi jangalah kau jadikan dirimu pemimpi". Kita akan teringat akan pepatah tersebut pada sebuah cerita dimana banyak alumnus dari berbagai pendidikan baik negeri maupun swasta yang berlomba-lomba untuk mendapatkan kuantitas dari junmlah peserta didikanya setiap tahunnya. Alasan tersebut klasik, bahwa semakin banyak jumlah peserta didik yang diraih maka semakin baik pula pamor atau image dari sebuah lembaga pendidik tersebut.
Terkadang para pelaku pengelola maupun pemangku kebijakan pendidikan lupa terhadap tujuan awal pendirian sebuah lembaga pendidikan, dimana pendidikan yang diharapkan merupakan ujung tombak untuk merubah paradigma hidup dari kualitas manusia. Masing-masing lembaga pendidikan lebih banyak lupa akan janji janji pada saat kampanye penerimaan peserta didik baru atau penerimaan mahasiswa baru disaat proses kegiatan belajar berlangsung, mereka lebih banyak mengesampingkan tujuan pendidikan sebagai pembinaan dan pelatihan serta mendidik yang tidak hanya mengajarkan dari suatu hal yang awam menjadi wawasan yang bernilai bagi diri peserta didik.
Hal tersebut banyak kita jumpai hampir di setiap lembaga pendidikan, pada saat penerimaan peserta didik usai maka usai pula janji yang dicanangkan. Tentunya ini akan menjadi bumerang bagi lembaga tersebut. Nah tentunya untuk menghindari hal tersebut, penulis mengajak kepada seluruh pelaku pengelolan dan pemangku Jabatan mari kita cerdaskan dan tingkatkan kualitas anak-anak kita dengan pembekalan spiritual mental berakhlakul karimah.
Tentunya hal tersebut tidaklah mudah, harus dari diri kita dan keinginan kita untuk sama sama memajukan kualitas pendidika di lembaga kita masing-masing
Hal yang terberat bagi kita adalah bagaiman merubah mindset/pola pikir anak anak kita untuk bisa menjadi manusia yang bisa dimanusiakan.
Jayalah Para Pendidik
0 komentar:
Posting Komentar