JADWAL PRIBADI

Statistik Blog

Pages

Minggu, 26 Mei 2013

Guru si Asam Urat

Posted by romadani On 17.36 No comments
 Sebuah pepatah bijak berkata" Guru sepatutnya di gugu dan di tiru". Ternyata itu hanya sebuah pepatah yang tidak semua guru bisa melaksanakan kata kata bijak tersebut. Seorang guru setidaknya dituntut memiliki kompetensi terhadap keilmuan yang dimilikinya, namun itu semua hanya terjadi dalam dunia pendidikan IMPIAN, Why ??? pertanyaan tersebut seharusnya tidak perlu muncul jikalau diri seorang guru beserta ruhnya benar benar mengabdikan sepenuhnya untuk pendidikan. Banyak penyakit yang saat ini masih dihinggapi dalam tubuh seorang guru, salah satunya ASAM URAT= Asal Sampaikan Materi Tetapi Kurang Akurat alias ASBUN= Asal Bunyi, dan menggugurkan kewajiban mengajar.

Padahal guru itu harus memiliki 3M kompetensi diantaranya, Seorang guru haruslah bisa Merencanakan,, Melaksanakan dan Mengevaluasi.


Merencanakan : sebelum mengajar dan mengampu terhadap materi pelajarannya, sebaiknya seorang guru mengukur diri terhadap materi yang diampu, karen guru yang profesional menguasai terhadap materi secara expert, dengan TAHU DIRI akan kemampuannya, maka guru akan menyiapkan materi yang akan ditransfer atau disampaikan kepada siswa di kelas. 

Melaksanakan : hal yang paling dibenci oleh siswa, yaitu seorang guru hanya mengajarkan dengan metode metode kuno / konvensional, guru yang tidak memiliki inovasi dan terobosan yang membuat siswa senang terhadap mata pelajaran yang diberikan. Dalam proses pelaksanaannya seorang guru setidaknya menyiapkan segala bentuk administrasi mengajar, agar materi yang disampaikan timbul menjadi penyakit ASAM URAT

Mengevaluasi : seorang guru tidak hanya mengajar dan mentransfer ilmu, tetapi seorang guru juga dituntut untuk mengevaluasi terhadap materi yang telah diberikannya kepada siswa, sehingga seorang guru mengetahui tingkat pemahaman terhadap meteri yang disampaikan kepada siswa

Dari 3 komponen tersebut, maka mau tidak mau suka tidak suka, seorang guru wajib dan kudu memiliki kompetensi 3 diatas ditambah dengan kompetensi keilmuan, sehingga seorang guru menjadi pembina dan pengajar bagi siswa siswanya.

Menjadi seorang guru memang berat, tidak hanya sekedar mengajar tetapi mendidik dan melatih kepada siswa agar siswa mampu terhadap kompetensi yang ada. Biasanya sekolah diawal tahun ajaran mengadakan pembagian tugas mengajar. Inilah tugas seorang kepala sekolah dibantu wakasek kurikulum untuk memetakan terhadap mata pelajaran yang patut diberikan kepada guru sesuai kompetensi keilmuannya secara expert. Hal ini untuk menghindari agar pada saat pelaksanaan pembelajaran dimulai seorang guru benar benar menyampaikan materi sesuai dengan pengetahuan keilmuan, dan diharapkan tidak terjadi pada saat mengajar guru memiliki penyakit ASAM URAT = Asal Sampaikan Ilmu Tetapi Materi Kurang Akurat

Oleh karenanya guru harus selalu belajar dan belajar serta belajar
Bravo Guru

Romadani

0 komentar:

Posting Komentar

Site search